Sesungguhnya jumlah dan peristiwa serta
data yang diperoleh dari hasil statistik itulah yang berbicara dan menjelaskan
masalah tersebut. Sungguh telah nampak pengaruh kebebasan seks yang sampai saat
ini masih menjadi problem bagi laki-laki dan wanita sebagai
berikut:
1. Dekadensi Moral
Kendornya nilai-nilai akhlaq dan
dominasi syahwat, menangnya sifat kebinatangan atas sifat kemanusiaan, hilangnya
rasa malu dan pemeliharaan antara kaum wanita dan kaum pria dan ketidaktenangan
masyarakat, seluruhnya disebabkan karena pergaulan bebas.
Seorang mantan presiden AS bernama
Kennedy mengatakan dalam wawancaranya dengan wartawan pada tahun 1962,
"Sesungguhnya pemuda Amerika telah larut, berfoya-foya, sudah terlepas dari
ikatan, dan tenggelam dalam syahwat. Di antara tujuh pemuda yang mendaftar untuk
menjadi tentara didapatkan dari tujuh itu enam pemuda yang tidak sehat,
disebabkan mereka terjerumus dalam syahwat... dan saya peringatkan bahwa pemuda
seperti itu merupakan ancaman besar bagi masa depan Amerika."
Di dalam buku yang disusun oleh direktur
pusat penelitian di Universitas "Harvard" dengan thema "Revolusi Seks" penulis
menegaskan bahwa Amerika telah sampai pada bahaya besar dalam kerusakan seks.
Dan Amerika sedang menuju pada kondisi yang sama yang menyebabkan jatuhnya dua
peradaban Ighriqiyah dan Rumawi pada masa lalu. Ia mengatakan, "Sesungguhnya
kita sudah dikepung dari seluruh arah dengan aliran ganas dari seks yang
menenggelamkan seluruh kamar dari struktur peradaban kita dan seluruh bidang
dari kehidupan kita secara menyeluruh."
Meskipun orang-orang Komunis sedikit
sekali berbicara mengenai masalah-masalah seks, meskipun mereka tidak
mengizinkan kepada mass media untuk meliputnya, tetapi pada tahun 1926 telah
keluar pernyataan dari presiden Rusia "Khrusyuf" bahwa para pemuda (Rusia) telah
menyimpang dan dirusak oleh kemewahan, ia juga memperingatkan bahwa telah dibuka
di Serbia pos-pos militer baru untuk menghabisi pemuda-pemuda yang menyeleweng,
karena itu merupakan bahaya atas masa depan Rusia.
2. Banyaknya Anak-anak yang Dilahirkan Secara Tidak Sah
lni merupakan fenomena umum yang
disebabkan terlepasnya keinginan syahwat dan larutnya batas-batas antara para
pemuda dan pemudi. Sebagian lembaga di Amerika membuat statistik untuk
orang-orang yang hamil di luar pernikahan di kalangan pelajar SMA, ternyata
jumlahnya sangat mengerikan.
Mari kita perhatikan data statistik
terbaru dalam masalah ini: bahwa sepertiga kelahiran anak tahun 1983 di New York
adalah anak-anak yang tidak sah, artinya mereka dilahirkan diluar pernikahan.
Mayoritas mereka dilahirkan oleh gadis berusia 19 tahun ke bawah, dan jumlah
mereka adalah 112.353 anak atau 37 % dari jumlah anak-anak yang dilahirkan di
New Yorkl!."30)
3. Banyaknya Gadis yang Tua belum menikah dan Pemuda yang membujang
Sesungguhnya adanya sarana yang mudah
untuk memenuhi syahwat tanpa memikul beban pernikahan dan membina rumah tangga
menjadikan kebanyakan para pemuda memilih cara yang termudah dan menghabiskan
masa mudanya untuk ini dan itu. Menikmati lezatnya hubungan seks yang
bervariasi, tanpa terikat dengan kehidupan monoton yang berulang kali
sebagaimana yang mereka kira, tanpa menanggung beban tanggung jawab berkeluarga,
dan sebagainya.
Di antara dampak dari itu semua adalah
banyaknya para gadis-gadis muda yang menghabiskan masa mudanya tanpa suami yang
tinggal bersamanya kecuali laki-laki yang bemain-main dan menjadikannya sebagai
alat hiburan yang diharamkan. Selain itu juga banyak dari para pemuda yang
membujang kehilangan ikatan kehidupan berumah tangga, sebagaimana hal itu
dibuktikan dalam data statistik. Telah dinyatakan oleh direktur urusan statistik
Amerika pada tanggal 22 Dzul Qa'idah 1402 bersamaan dengan 10 September 1982 M,
bahwa untuk pertama kalinya terjadi sejak permulaan abad ini sebagian besar
penduduk kota San Fransisco adalah para pembujang.
Brosh Syambman menjelaskan dalam
muktamar pers yang diadakan oleh lembaga sosial Amerika bahwa 53% penduduk San
Fransisco tidak menikah. Dan ia menjelaskan tentang keyakinannya bahwa jumlah
tersebut mungkin menjadi suatu isyarat atas contoh keluarga yang paling
menyedihkan.
Syambman menambahkan bahwa sesungguhnya
perubahan-perubahan sosial ini sesuai untuk mewujudkan kemakmuran di sebuah kota
yang jumlah penduduknya terdiri dari pemuda antara 25-34 tahun dengan perkiraan
40,4 % selama 10 tahun terakhir.
Syambman juga berkata, "Sesungguhnya
jumlah tersebut tidak termasuk jumlah orang-orang yang terkena musibah dengan
kelainan seks yaitu orang-orang yang tinggal di kota dan orang-orang yang
mewakili 15 % dari penduduk.
Tidak heran setelah ini semua, jika kita
membaca di surat kabar seperti di bawah ini:
"Para kaum wanita Swedia keluar untuk
melakukan demonstrasi umum yang meliputi seluruh Swedia dengan alasan menuntut
adanya kebebasan seks di Swedia. Demo ini diikuti oleh 100.000 wanita, mereka
akan mengajukan surat permohonan yang ditandatangani secara resmi oleh
pemerintah, di dalam surat itu mengumumkan atas pembelaan terhadap runtuhnya
nilai-nilai akhlaq."
Sesungguhnya fithrah wanita dan
kecenderungannya untuk memperoleh kepentingannya dan masa depannya itulah yang
mendorong mayoritas dari wanita itu untuk berdemonstrasi dan
menggugat.
4. Banyaknya terjadi perceraian dan hancurnya rumah-tangga dengan sebab-sebab yang sangat sederhana
Jika selain pernikahan itu ada
kendala-kendala, maka sesungguhnya setelah terjadi pernikahan ini, tidak
terjamin kekekalannya oleh karena rumah tangga seperti itu cepat hancur dan
ikatannya bisa pudar hanya karena sebab-sebab yang sangat
sederhana.
Di Amerika, jumlah perceraian dari tahun
ke tahun semakin bertambah banyak sampai batas yang mengejutkan, dan ini juga
termasuk di sebagian besar negara-negara Barat lainnya.
5. Tersebarnya penyakit-penyakit yang membahayakan
Tersebarnya penyakit-penyakit misterius
yang menyerang saraf, akal dan jiwa dan banyaknya stress serta goncangan jiwa
yang memakan korban beratus-ratus ribu manusia.
Di antara penyakit yang paling berbahaya
adalah penyakit yang akhir-akhir ini ditemukan yaitu yang dikenal dengan
penyakit "AIDS" yang menghilangkan kekebalan tubuh. Penyakit ini mengancam
berjuta-juta ummat manusia di Eropa dan Amerika dengan akibat yang sangat
berbahaya. Sebagaimana diungkapkan oleh keputusan dokter dan statistik secara
resmi yang diedarkan oleh beberapa majalah dan surat kabar di seluruh
dunia.
Hal tersebut sesuai dengan yang
diperingatkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya yang mulia, "Tidak muncul
suatu perbuatan keji di suatu kaum pun, hingga mereka mengumumkannya (menjadikan
tabiat umum) kecuali akan tersebar di kalangan mereka penyakit tha'un (wabah)
dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi pada orang-orang sebelumnya.
(HR. Ibnu Majah)
Ini belum termasuk penyakit-penyakit
stress dan kejiwann yang tersebar di tengah-tengah mereka mirip seperti
tersebarnya api di daun yang kering, dan pasien-pasiennya memenuhi rumah-rumah
sakit.
Apakah para penyeru pergaulan bebas itu
menginginkan untuk memindahkan penyakit-penyakit itu pada masyarakat kita,
padahal Allah telah memberi kecukupan kepada kita untuk menghindarkan
keburukannya? Semoga Allah melindungi kita dari penyakit-penyakit itu. Ataukah
jumlah besar korban dan data statistik itu telah hilang dari ingatan mereka?
Farwid dan pengikutnya dari ulama jiwa
mengira bahwa menghilangkan ikatan-ikatan tradisi dari kebutuhan biologis itu
dapat menenangkan jiwa (perasaan) dan menghilangkan stress.
Itulah ikatan-ikatan yang dihilangkan,
itulah keinginan-keinginan syahwat yang dilepaskan, maka hal itu tidak menambah
jiwa kecuali semakin stress dan kebingungan, dan stress itu telah menjadi
penyakit masa kini di sana, sedangkan beribu-ribu rumah sakit jiwa tidak berguna
bagi mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar