Akan tetapi budaya Islam tidak
menghendaki adanya gambar-gambar manusia dan binatang, terutama yang berbentuk
dan telanjang. Yang dikehendaki adalah yang selain itu (yang tidak bernyawa) dan
sesuai dengan aqidah tauhid, bukan yang berbentuk dan identik dengan
patung-patung yang disembah, dengan segala macamnya dan
tingkatannya.
Dari sinilah maka seni Islam itu beralih
kepada bentuk lain yang juga sangat indah dan menarik, seperti yang nampak pada
lukisan-lukisan kaligrafi dan hiasan-hiasan yang dibuat oleh seniman Muslim.
Sebagaimana terlihat di masjid-masjid, mushaf, gedung-gedung, rumah-rumah dan
tempat lainnya di dinding, atap, pintu dan jendela. Bahkan kadang-kadang di
lantai dan pada alat-alat perkakas rumah tangga, sprei, sarung bantal, pakaian
dan gagang pedang. Dengan menggunakan bahan-bahan dari batu, marmer, kayu,
semen, kulit, kaca, kertas, besi, tembaga dan bahan tambang lainnya, yang
beraneka ragam.
Termasuk lukisan/hiasan yang menarik
adalah kaligrafi Arab dengan berbagai model, tsuluts, naskh, riq'ah, farisi,
diwani, kufi dan lainnya. Kaligrafi itu ditulis oleh para khathath (ahli khat)
yang ahli, sehingga terlihat sangat indah dan menarik.
Seni kaligrafi dan hiasan itu banyak
dipergunakan untuk penulisan mushaf Al Qur'an dan ornamen di masJid-masjid,
sebagaimana yang masih bisa kita lihat di Masjid Nabawi, Masjid Qubbatus-Sakhrah
(Palestina) Masjid Jami' Al Umawi di Damascus Syiria, Masjid Sultan Ahmad dan
Maslid As-Sulaimaniyah di Istanbul Turki, Masjid Sultan Hasan dan Jami' Muhammad
Ali di Kairo dan masih banyak lagi masjid di seluruh penjuru dunia Islam yang
lainnya.
Terlihat juga seni Islam di
bangunan-bangunan megah. Ada ahli sejarah yang mengatakan, "Sesungguhnya seni
bangunan itu sebaik-baik yang menampilkan tentang seni Islam, dan ini telah
terbukti di berbagai tempat, seperti yang ada di India, ada satu tempat yang
merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang menggambarkan keindahan
arsitektur Islam, itulah "Taj Mahal."
Demikianlah, dilarangnya melukis dan
memahat (makhluk hidup) tidak menjadi penyebab terpuruknya dunia seni Islam.
Bahkan menjadikan seni Islami memiliki ciri khas yang menarik dan keindahan
tersendiri.
Sistem Masyarakat Islam dalam Al
Qur'an & Sunnah
Oleh: DR. Yusuf Al-Qardhawi
Kunjungi juga:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar