Selasa, 28 Juli 2015

QADHA DAN QADAR Syekh Utsaimin

Bagian 13:

Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa
manusia mempunyai kehendak dan pilihan dalam
perbuatan yang dilakukannya secara sadar, bukan
terpaksa. Kalau manusia berbuat dengan kehendak dan
pilihannya untuk kepentingan dunia, maka iapun
seharusnya begitu pula dalam usahanya menuju akhirat.
Bahkan jalan menuju akhirat lebih jelas. Karena Allah 
telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an dan melalui
sabda Rasul-Nya , maka jalan menuju akhirat tentu saja
lebih jelas dan lebih terang daripada jalan untuk
kepentingan dunia.

Namun kenyataannya, manusia mau berusaha
untuk kepentingan dunia yang tidak terjamin hasilnya dan
meninggalkan jalan menuju akhirat yang telah terjamin
hasilnya dan diketahui balasannya berdasarkan janji
Allah , dan Allah  tidak akan menyalahi janji-Nya.
Pembaca yang budiman
Inilah yang menjadi ketetapan Ahlussunnah Wal
Jamaah dan inilah yang menjadi aqidah serta madzhab
mereka, yaitu bahwa manusia berbuat atas dasar
kemauannya dan berkata menurut keinginannya, tetapi
keinginan dan kemauannya itu tidak lepas dari kemauan
dan kehendak Allah . Dan Ahlussunnah Wal Jamaah
mengimani bahwa kehendak Allah  tidak lepas dari
hikmah kebijaksanaan-Nya, bukan kehendak yang mutlak
dan absolut, tetapi kehendak yang senantiasa sesuai
dengan hikmah kebijaksanaan-Nya. Karena di antara
asma Allah  adalah AL- HAKIM yang artinya: Maha
Bijaksana yang memutuskan segala sesuatu dan bijaksana
dalam keputusan-Nya.
Allah  dengan sifat hikmah-Nya, menentukan
hidayah bagi siapa yang di kehendaki-Nya yang menurut
pengetahuan-Nya benar-benar menginginkan al-haq dan
hatinya dalam istiqamah. Dan dengan sifat hikmah-Nya
pula, dia menentukan kesesatan bagi siapa yang suka
akan kesesatan dan hatinya tidak senang dengan Islam.
Sifat hikmah Allah  tidak dapat menerima bila orang
yang suka akan kesesatan termasuk orang-orang yang
mendapat petunjuk, kecuali jika Allah  memperbaiki
hatinya dan merubah kehendaknya, dan Allah  Maha
Kuasa atas segala sesuatu. Namun, sifat hikmah-Nya
menetapkan bahwa setiap sebab berkait erat dengan
akibatnya.

Sponsor link:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar