Andai kita menganut pendapat yang batil ini,
niscaya sia-sialah firman Allah ini:
“(Kami utus mereka) sebagai rasul-rasul
pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar
supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah
Allah sesudah di utusnya Rasul-rasul itu. Dan Allah
maha Perkasa lagi maha Bijaksana ". (An- Nisaa’: 165).
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa
tidak ada alasan lagi bagi manusia setelah di utusnya para
Rasul, karena sudah jelas hujjah Allah atas mereka.
Maka seandainya masalah takdir bisa dijadikan alasan
bagi mereka, tentu alasan ini akan tetap berlaku sekalipun
sesudah di utusnya para Rasul. Karena qadar (takdir)
Allah sudah ada sejak dahulu sebelum diutusnya para
Rasul dan tetap ada sesudah mereka diutus.
Dengan demikian pendapat ini adalah batil
karena tidak sesuai dengan nash (dalil) dan kenyataan,
sebagaimana telah kami uraikan dengan contoh-contoh di
atas.
Sponsor link:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar